20 Estafet Itu Jadi Jejak Olahraga Indonesia di Bukittinggi

Tak sering seluruh daerah di Indonesia ikut berpartisipasi dengan hajat olahraga Asia yang digelar di Indonesia, napak tilas obor Asian games 2018 waktu lalu adalah salah satu tonggak sekaligus contoh jika seluruh daerah mendukung olahraga. Termasuk di Bukittinggi, Sumatra Barat, 20 estafet yang dilalui menjadi jejak olahraga Indonesia di kota Padang.

Ketika itu, Api Obor Asian Games 2018 dijadwalkan akan sampai di Ranah Minang pada hari Kamis, (2/8/2018), tak ayal, seluruh masyarakat bergegas menyambutnya, mulai dari usia dini hingga usia tua.

Rencananya, Api Obor atau Touch Relay itu akan dibawa ke Bukitinggi. Sebelumnya, simbol yang menandakan sebagai kobaran semangat olahraga Indonesia tersebut akan disambut meriah di Bandara Internasional Minangkabau (BIM)

Dan kegembiraan itu juga tak dirasakan oleh masyarakat Bukittinggi, tetapi juga seluruh Indonesia, terbukti, sebagai perwakilan pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, dikabarkan juga ikut menyambut Api Obor Asian Ganes itu di BIM.

Dan rencananya, mentri yang juga sebagai putri dari Megawati Sukarno Putri ini ikut untuk membawa simbol semangat olahraga di Indonesia tersebut untuk mengitari beberapa lintasan di kota Padang. Bukittinggi adalah salah satunya.

“Selain Puan Maharani, penyambutan Api Obor itu juga akan dihadiri oleh Puteri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata, dan mantan atlet pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Ricky Ahmad Subagja,” kata Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Rasyidi Sumetri, Sabtu (28/7/2018) lalu dikutip dari situs berita olahraga terlengkap Indonesia, Ligaolahraga.

Artinya bisa dikatakan bahwa masyarakat Indonesia terlebih kota Bukittinggi menyambut baik dan mendukung aktifoitas yang dilakukan sebagai rangkaian penyelenggaraan Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta. Dan api obor sebagai simbol olahraga Indonesia tersebut terjaga dan melintas di seluruh daerah di Indonesia.

20 Estafet Itu Jadi Jejak Olahraga Indonesia di Bukittinggi
20 Estafet Itu Jadi Jejak Olahraga Indonesia di Bukittinggi

20 Estafet Jadi Saksi Penyambutan Olahraga Asia

Setiba di Bukitinggi, tepatnya di Lapangan Kantin, Rasyidi Sumetri selaku Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, menyebut bahwa Api Obor akan disambut dengan berbagai atraksi kebudayaan Minangkabau.

Setelah itu, Api Obor akan diarak dari Lapangan Kantin menuju Istana Bung Hatta dengan melewati 20 estafet, yaitu dari Lapangan Kantin menuju Tugu Polwan dan melintas di Panorama.

“Kemudian, Api Obor itu nantinya juga akan melewati Lobang Jepang hingga Pacuan Kuda, terus ke GOR Dermawi dan Bantola, kemudian lanjut ke Polsek Bukittinggi, Simpang Bypass, dan finish di Istana Bung Hatta,” ujar Pesilat Nasional asal Sumbar di era 2000-an.

Dalam jejak olahraga Indonesia tersebut, sedikitnya ada 20 atlet yang akan membawa Api Obor Asean Games 2018 itu nantinya. Atlet Sumbar sebanyak 10 orang dan dari utusan Inasgoc sebanyak 10 orang. Dari Sumbar, terdiri dari 4 atlet potensial dan berprestasi, 2 dari kebudayaan, 2 atlet olahraga nasional, dan 2 atlet komunitas olahraga asal Kota Bukittinggi.

“Dengan disinggahi Kota Bukitinggi oleh Api Obor Asian Games 2018, kami pun dari Dispora Sumbar berharap agar kedatangan Api Obor itu dapat menjadi spirit olahraga di Sumbar. Kemudian di samping itu, Pemerintah Sumbar juga berharap kedatangan Api Obor juga dapat meningkatkan kunjungan wisata di Bukittinggi, termasuk destinasi wisata lainnya di Sumbar,” bebernya.

Harapan itu, sambung pria yang juga akrab disapa Memet tersebut, karena kedatangan Api Obor Asian Games di Kota Bukitinggi, juga akan diliput oleh 48 media dari negara-negara yang ikut dalam Asian Games 2018, termasuk Indonesia.

Dengan 20 estafet yang terselenggara ketika itu, maka kota Bukittinggi tak lagi kecil, karena kota ini memiliki jejak olahraga Asia yang pernah singgah lewat 20 etsafet. Dan itu membuktikan bahwa olahraga Indonesia mampu bersatu dan menunjukkan bahwa keberagaman yang ada di Indonesia tetap memberikan efek positif menjunjung sportifitas.

 

Penulis: Dwisetyo Isprawirojati

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *