Akhirnya, Lowongan Kerja RSUD Bukittinggi Resmi Dibuka

Akhirnya, Lowongan Kerja RSUD Bukittinggi Resmi Dibuka di penghujung tahun 2020 ini. Di bulan Oktober ini, pembangunan RSUD Bukittinggi sudah mendekati 100 persen. Bangunan dirancang sangat representatif dan menarik, sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat atau pasien nantinya.

Dikutip dari RRI, Pembangunan RSUD Bukittinggi menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bukittinggi sebesar Rp 102 milyar lebih, dengan sistem multiyears, tahun 2018, 2019 dan 2020. RSUD Bukittinggi akan dibangun sebagai rumah sakit type C, dengan 90 tempat tidur.

RSUD dibangun di atas lahan seluas 3.3 hektar dengan 3 gedung utama. Targetnya di Desember 2020 ini diresmikan dan Januari 2021 dapat dioperasikan. Untuk SDM yang akan mengisi RSUD sebagai tenaga kesehatan nantinya, pemko akan memprioritaskan warga Bukittinggi.

Kabar gembira untuk warga Bukittinggi, akhirnya, Lowongan Kerja RSUD Bukittinggi Resmi Dibuka di penghujung tahun 2020 ini. Melalui Sekretariat Daerah, Pemerintah Kota Bukittinggi mengeluarkan surat resmi mengenai Penerimaan Tenaga Kontrak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi Tahun 2020.

Nah, untuk kamu yang ingin mengetahui persyaratan dan formasi lowongan kerjanya, silahkan cek di http://penerimaan-rsud.bukittinggikota.go.id/ dan slide foto dibawah ini yaaaa

 

 

 

Lowongan Kerja RSUD Bukittinggi
Lowongan Kerja RSUD Bukittinggi
Baca juga : Ternyata Bukittinggi Sudah Menjadi Pusat Penjualan Kopi Sejak Jaman Dulu

Komoditas kopi mulai dikenal masyarakat utara lereng Gunung Marapi sejak tahun 1780, dibawa oleh pedagang Arab dan jemaah haji yang pulang dari Mekkah. Sampai tahun 1833, perkembangan komoditas kopi di Minangkabau masih bisa bergerak bebas tanpa terikat ke dalam jaringan perdagangan yang dikuasai oleh Belanda.

Para pedagang mengekspor langsung komoditas kopi melalui kontak dengan pedagang asing seperti Inggris dan Amerika, ditandai dengan tidak kurang dari 10 kapal Amerika setiap tahun datang ke pantai Padang dan kembali dengan muatan komoditas kopi (Zed, 1983).

Perdagangan komoditas kopi menjadikan Luhak Agam, terutama Nagari Kurai, semakin ramai dikunjungi. Kegiatan pasar terbentuk di Padang Gamuak dan Gurun Panjang, yang kemudian dikenal dengan Pakan Kurai.

Daerah tersebut menjadi pemberhentian sementara (transit) para kuli dan buruh angkat yang membawa komoditas kopi dari daerah utama penghasil kopi di pedalaman Agam Tuo, antara lain Nagari Canduang, Lasi, IV Angkat, Baso, dan Kamang.

Setelah transit, mereka melanjutkan perjalanan menuju daerah pelabuhan di pantai barat dan timur Pulau Sumatera, antara lain Bandar Pariaman dan Bandar Naras (Trides, 1999). [2] Baca selengkapnya disini

Bagikan Sekarang!