Bukittinggi dan Agam akan Terapkan Sanksi Adat untuk Kasus Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi

bukittinggiku – Hati-hati buat yang menjual pupuk bersubsidi, jangan sampai diselewengkan ke daerah yang bukan peruntukannya. Saat ini, Kodim 0304/Agam sudah melakukan kerjasama dengan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, untuk memberikan sanksi adat bagi pelaku penyalahgunaan pupuk subsidi. Dandim 0304/Agam Letkol Kav Salim Kurniawan menyebut, sanksi adat ini akan berdampingan dengan hukum pidana negara. Artinya, selain dijerat hukum pidana, pelaku juga akan menjalani hukum adat.

“Kami gandeng Ninik Mamak agar pelaku-pelaku penyelewengan pupuk subsidi jera,” sebut Dandim kepada awak media, Kamis 2 November 2017.

Berkaca dari kasus oknum yang menyalahgunakan pupuk subsidi pada Sabtu 21 Oktober 2017, ternyata sanksi pidana tak bikin pelaku menjadi jera.

“Pada 2016, oknum ini sudah ditangkap dan dipenjara. Setelah lepas, eh dia main lagi. Salah satu cara agar dia jera, ya kita usulkan adanya sanksi adat dari Ninik Mamak,” lanjut lulusan Akabri 98 tersebut.

Sebut Dandim, hukuman bagi pelaku penyelewengan pupuk subsidi harus ditambah sebab menurutnya ini termasuk kejahatan kategori berat, karena menyengsarakan para petani.

“Saya tak ingin terjadi di wilayah ini (Bukittinggi-Agam), pendistribusiannya akan kita kawal agar tak menyimpang,”pungkas Dandim.

Usulan Dandim, disambut oleh puluhan Ninik Mamak yang sengaja diundang Dandim dalam sebuah pertemuan di Makodim 0304/Agam di Bukittinggi.

“Selain dampaknya efektif untuk menanggulangi penyelewengan pupuk subsidi, ini juga mengangkat marwah Ninik Mamak dalam pelibatan sebuah masalah,”ucap Ketua LKAM Agam Y Dt Maleka Nan Tinggi.

Dt Maleka menyebut, sanksi sosial yang akan diberi, sebenarnya tergantung kebijakan masing-masing wilayah Kerapatan Adat Nagari. Hanya saja, kemungkinan yang akan diterapkan berupa sanksi “pengucilan”. Dalam kehidupan masyarakat sosial Minangkabau, dikucilkan adalah hal yang sangat berat. Contohnya jika ada yang hajatan, pelaku tak akan diundang, atau dalam musyawarah kampung, dia tak dilibatkan. Hal ini tentu akan memukul secara moril bagi yang kena,” ucapnya. Dt Maleka amat memuji langkah Dandim yang mengusulkan adanya sanksi adat bagi pelaku penyalahgunaan pupuk subsidi.

“Dia (Dandim) pahlawan adat bagi Kabupaten Agam,” pungkas Dt Maleka.

Dalam pertemuan itu, Dandim juga memberikan penghargaan kepada 6 Anggota TNI yang dianggap berjasa dalam menggagalkan pupuk subsidi yakni Letda Infanteri Amrizal, Serma Maizul, Serka Deni, Sertu Nasution, Serda Sianipar dan seorang wartawan yang juga dianggap berjasa dalam hal ini yakni Ketua Bukittinggi Pers Club (BPC) Jontra Manvi Bakhra.

Sementara, Bhabinsa Kelurahan Benteng Pasa Ateh Serka Arfiyasrul juga diberi penghargaan atas dedikasinya bagi masyarakat. (sumber)

Bagikan Sekarang!

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *