Lapau Bukittinggi, Sajikan Kuliner Lokal yg Enak dan Murah di Jakarta

bukittinggiku – Bahagia banget nemu tempat ini, Lapau (re: warung) Bukittinggi. Sesuai namanya Lapau, jadi ini bukan resto mewah ber-AC, tempatnya seperti rumah makan biasa namun dipenuhi dekorasi khas Minangkabau. Lapau ini bisa menampung 50-60 orang, kita bisa pilih duduk dikursi dengan meja atau lesehan dibawah, cukup nyaman sih. Lapau ini bukanya sore menjelang malam.

Pas kesini sekitar jam 8an, rammeee… mayoritas sih isinya anak-anak muda dan semuanya ngobrol dengan logat Bukittinggi, seketika saya merasa berpindah lokasi dan benar-benar berada di kampung halaman sendiri, Bukittinggi, lol! Untuk menu makanan disini pastinya semua khas bukittinggi, beberapa makanan saya gak nemu di resto minang lain yang ada di Jakarta. Beberapa menu yang saya pesan dan sempat cicipi adalah ;

Mie Tahu


Mie tahu ini isinya mie kuning lebar, mie ini memang khas minang banget gak ada deh dijual di Jakarta, pastinya mie ini dikirim langsung dari bukittinggi, tekstur mie ini beda dengan mie telor biasa, bentuknya lebih lebar tapi gak selebar kwetiau juga sih, teksturnya lembut. Lalu ada potongan tahu goreng, kemudian disiram kuah kacang tumbuk berbumbu dan ditabur kerupuk merah, bawang goreng, irisan seledri dan dendeng. Rasanya mirip banget seperti yang pernah saya makan di bukittingi dulu.

Mienas Khas Bukittinggi


Kaauo ini campuran antara mie goreng dan nasi goreng khas bukittinggi. Jadi separo mie separo nasi goreng. Ditabur kerupuk merah, bawang goreng dan telur mata sapi. Ditambah dengan irisan daun selada dan timun. Yang membedakan mie dan nasi goreng bukittinggi dengan mie dan nasi goreng di Jakarta adalah, bukittinggi punya gapake kecap sama sekali jadi cuma cabe dan bumb-bumbu2 aja, jadi rasanya cuma pedas dan gurih tanpa ada sentuhan rasa manisnya. Namanya orang Minang kan sukanya pedas bukan manis.

Karupuak Kuah


Naahh ini makanan masa kecil saya banget! Karupuak (kerupuk) yang disiram kuah sate padang lalu ditabur lagi bihun goreng yang melimpah. Menu ini cuma tersedia dihari sabtu dan minggu aja, harganya cuma 5k! Murah bangetkan? Kerupuknya juga gede banget, makan satu sih udah kenyang banget karena bihunnya banyaakk.

Untuk minuman disini lengkap banget nyediain beberapa minuman khas bukittinggi seperti teh talua (teh telur), ada juga beberapa minuman khas bukittinggi jaman dulu yang saya juga baru tau kopi daun kawa, kopi ini disajikan tradisional dalam batok kelapa. Unik!

Saya juga mencicipi pisang bakar santannya, ini juga salah satu favorite saya disini, pisang dibakar disiram kuah santan dan dinikmati dengan roti gabin (crackers biscuit) yang dicampur kedalam kuah santan, rasanya enak banget ketika sicrackers mulai lembek kena kuah santan kita nikmati dengan pisang bakar rasanya Lamak bana!

Untuk harga makanan disini sangat sangat ramah dikantong, mulai dari ribuan dan belasan ribu aja kok, klo saya tidak salah makanan menu paling mahal cuma 20k. Buat orang Minang harus banget deh mampir kesini, itun-itung2 ngobatin kerinduan sama kampung halaman.

Info Lapau Bukittinggi (klik disini)

Artikel asli ditulis oleh : ameygiselle

https://pergikuliner.com/restaurants/jakarta/lapau-bukittinggi-kebon-jeruk-7

Bagikan Sekarang!

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *