Pensi, Pantang Baranti Sabalun Bibia Taba

bukittinggiku – Di kalangan anak muda pensi identik dengan pentas seni. Nah, yang dibahas kali ini bukanlah pensi tersebut, melainkan sebuah makanan yang isinya berada dalam sebuah kerang yang berukuran kecil. Di Sumatera Barat sendiri, tidak ada yang tidak mengenal pensi . Penganan ini dapat ditemukan di Danau Maninjau dan Danau Singkarak.

Pensi adalah makanan yang diolah dari kerang air tawar. Ukuran kerang ini kecil dan pipih, mirip dengan kerang putih. Pensi biasanya ditangkap secara tradisional oleh para nelayan dengan menggunakan tangguak (keranjang dari rotan) di tepian danau menggunakan sampan tradisional. Pencarian biasanya dilakukan pada waktu subuh hingga matahari terbit.

Di Danau Maninjau sendiri, ukuran pensi relatif kecil dengan warna hitam. Sedangkan di Danau Singkarak, warnanya kekuning-kuningan dan ukurannya lebih besar dari pensi Maninjau. Selain rasanya yang enak, pensi juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. “Bentuk dan ukuran pensi maninjau dan pensi singkarak berbeda, dilihat dari segi pembeli, konsumen lebih suka pensi dari Maninjau daripada pensi Singkarak,” ujar Yani, salah seorang pedagang pensi di kota Bukittinggi.

Pensi tidak hanya bisa ditemukan di sekitaran danau maninjau saja. Pensi dapat ditemukan di jajanan tepi jalan yang ada di beberapa daerah di Sumatera Barat, seperti Bukittinggi, Pantai Purus Padang, dan Pariaman. Pensi tidak hanya diolah menjadi cemilan saja namun pensi juga dapat diolah sebagai lauk-pauk. Pensi dapat digoreng dengan dicampur biji petai atau digulai dicampur dengan jengkol ataupun kentang. Dan dijamin akan membuat selera makan menjadi terbuka.

Untuk hidangan sebagai lauk pauk pensi dimasak hanya dagingnya saja. Untuk mendapatkannya harus dilakukan proses pemisahan daging dari cangkangnya. Dan daging tersebut biasa disebut Urai. Jangan khawatir, di pasar-pasar tradisional banyak ditemukan pedagang yang menjual urai tersebut. “Kami biasa membawa hasil tanggkapan pensi ke pasar yang ada di Bukittinggi, dan kami juga membawa pensi yang sudah di pisahkan dengan cangkangnya”, ujar Amak, salah satu pedagang pensi di Pasar Padang Lua.

Cara pengolahan pensi sebagai penganan pecukup mudah. Yaitu, pertama-tama pensi dicuci hingga bersih untuk menghilangkan kotoran pada proses penangkapan. Lalu, pensi direbus dengan menambahkan garam, kunyit giling, dan daun pandan agar bau amis hilang lalu direbus hingga pensi mengelupas.

Sembari menunggu rebusan pensi, kita dapat menumis bawang merah, bawang putih, daun bawang, cabe, daun pandan, serei, daun jeruk nipis, daun salam dan rempah-rempah secara bersamaan. Tumisan tersebut dimasak kira-kira lima menit. Setelah bumbu siap masak, campurkan dengan pensi yang telah direbus tadi lalu aduk hingga rata, hingga bumbu meresap ke dalam daging pensi. Terakhir, olahan pensi dapat dinikmati dengan orang-orang tersayang.

sumber

Bagikan Sekarang!

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *