Perampokan Berdarah, Seorang Pemuda di Bukittinggi Tewas

bukittinggiku – Bermaksud mengejar dan menghadang pencuri di rumahnya, seorang pemuda bernama Fadli (25) tiba- tiba ditusuk oleh pelaku perampokan, di depan halaman rumahnya yang berada di jalan Kinantan, Kelurahan Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan Bukittinggi, Kamis 20 April 2017, sekitar pukul 18.30 WIB.

Karena tusukan di bagian dada atas dekat leher tersebut, Fadli langsung terkapar bersimbah darah dan pelaku langsung kabur meninggalkan korban. Ibu korban Rosna Juwita (68) yang biasa dipanggil Ni Ta yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang urut dan warga yang melihat peristiwa itu segera memberikan pertolongan kepada korban dengan melarikan korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RSAM), Bukittinggi. Namun malang, saat baru saja mendapat pertolongan medis di RSAM, korban telah menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 19.00 WIB.

Kapolsek Kota Bukittinggi Kompol Zahari Almi menyebutkan di tempat kejadian perkara (tkp), saat ini pelaku utama dari kasus ini baru kita simpulkan berjumlah satu orang. Dikatakan juga oleh Zahari Almi, kronologis kejadian menurut ibu korban berawal saat otk memasuki rumah mereka, tanpa diketahui oleh pemilik rumah.

sumber: GoSumbar.com

Zahari Almi juga menyebutkan pelaku datang ke rumah korban beserta seorang wanita dan membawa satu orang anak kecil dengan alasan untuk minta diurut/ dipijit. Kemudian korban Rosna Juwita menyatakan kepada pelaku bahwa saat ini dia tidak bisa memijit, karena habis acara pernikahan anaknya. Setelah mendengar penjelasan korban, pelaku pergi dari rumahnya dan korban pun langsung menutup pintu rumahnya dan pergi ke rumah yang satu lagi (berada di samping tkp).

Sekitar pukul 18.30 WIB korban pergi ke rumahnya dengan tujuan untuk mengambil wudhu dan Shalat Maghrib di dalam rumahnya. Namun setelah korban berada di dalam rumahnya dan menuju kamar mandi, pada saat itu korban melihat seorang laki-laki sedang memeriksa isi lemarinya yang terletak di dalam kamar. Mengetahui aksinya dipergoki pemilik rumah, pelaku langsung menyekap korban sehingga korban terjatuh di lantai ruangan tamu dan korban langsung berteriak minta tolong. Pada saat korban berteriak minta tolong, pelaku langsung menarik kalung emas yang dipakai oleh korban dan langsung melarikan diri dari rumah korbannya.

Saat mendengar teriakan korban, anak korban yang bernama Fadli yang sehari-harinya menjadi Pegawai Honor di Dinas PU Kabupaten Mentawai langsung melompat dari dalam rumah sebelah dan mengejar pelaku. Saat berhasil mengejar pelaku, sekitar jarak 10 meter dari rumahnya. Kemudian terjadi perkelahian antara pelaku dan Fadli. Pada saat itulah pelaku langsung menusukkan senjata tajam ke leher bagian bawah korban yang korban langsung terkapar. Melihat korbannya bersimbah darah, pelaku kemudian langsung berlari ke arah mobil (belum diketahui jenisnya) dan pergi dari tkp, ungkap Kapolsek.

Atas peristiwa ini, kami menghimbau kepada warga Bukittinggi dan sekitarnya untuk tetap waspada jika bertemu orang yang belum dikenal, dan jangan memakai perhiasan mencolok yang bisa mengundang terjadinya tindakan kriminal pada pemiliknya, tandasnya.

Walikota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias yang mendapat laporan terjadinya peristiwa itu juga menyempatkan diri melihat jenazah Korban Fadli di RSAM. Sembari menemui keluarga korban dan mengucapkan turut berduka cita atas terjadinya peristiwa tersebut, Wako Ramlan juga berharap pelakunya segera dapat ditangkap oleh pihak berwajib.

Baca juga: Pacu Makan Karupuak Kuah, Meriahkan Ulang Tahun Lapau Bukittinggi yang Pertama

Bagikan Sekarang!

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *